Rabu, 15 Maret 2017

AKHLAK TASAWUF

RESUME ( Defenisi Hierarki dan Tujuan )


IDENTITAS


Nama                 : Aulia Farihanum

Nim                    : 0705163068

Prodi /Sem          : Fisika/II

Perguruan Tinggi  : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Dosen Pengampu : Dr. Ja'far, MA.

Mata Kuliah         : Akhlak Tasawuf

 

Buku 1

Judul         : Gerbang tasawuf (Dimensi Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi)

Pengarang : Dr. Ja’far,  MA

Penebit     : Perdana Publishing (Cetakan Pertama,September 2016)

Sub 1       : Definisi

Sub 2       : Hierarki

Sub 3       :Tujuan

 

 

Sub 1 : Definisi Tasawuf

Definisi Tasawuf

            Sebelum membahas tentang definisi dari tasawuf, perlu kita ketahui istilah-istilah tasawuf terlebih dahulu. Menurut Ja’far dalam kitab kasyf al-mahjub,al-hujwiri telah menjelaskan asal-usul kata tasawuf.

1.      Istilah tasawuf berasal dari kata al-shuf (الصوف) ,yaitu wol.Disebut sufi karena kaum sufi mengenakan jubah yang terbuat dari bulu domba.

2.      Istilah tasawuf berasal dari  kata al-shaf (الصف) ,yaitu barisan pertama,yag bermakna bahwa kaum sufi berada pada barisan pertama didepan tuhan.

3.      Istilah tasawuf berasal dari kata ahl al-shuffah karena para sufi mengaku sebagai golongan ahl al-shuffah yang diridhoi Allah SWT.

4.      Istilah tasawuf berasal dari kata al-shafa’ (الصفاء)  yang artinya kesucian(ja’far: 2016, 18).

Tasawuf merupakan disiplin ilmu yang berkaitan dengan memurnikan jiwa dan hati manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.


          Dalam kitab Kasyf al-Majûb, al-Hujwiri telah menjelaskan asal usul kata tasawuf. Pertama, istilah tasawuf berasal dari kata al-shûf, yaitu wol. Disebut sufi karena kaum sufi mengenakan jubah yang terbuat dari bulu domba. Kedua, istilah tasawuf berasal dari kata al-shaf, yaitu barisan pertama, yang bermakna bahwa kaum sufi berada pada barisan pertama di depan Tuhan, karena besarnya keinginan mereka terhadap Tuhan, karena besarnya keinginan mereka terhadap Tuhan, kecenderungan hati mereka terhadap-Nya dan tingginya bagian - bagian rahasia dalam diri mereka di hadapan-Nya dan tinggalnya bagian - bagian rahasia dalam diri meraka di hadapan-Nya. Ketiga, istilah tasawuf berasal dari kata ahl al-shuffah karena para sufi mengaku sebagai golongan ahl al shuffah yang diridai Allah.

Pembahasan tasawuf akan sangat berkaitan dengan upaya menumbuhkan akhlak mulia, sikap konsisten untuk mengendalikan diri dari jeratan nafsu kebinatangan dan kehidupan duniawi, dan jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dari aspek epistemologi, tasawuf berupaya untuk memurnikan jiwa dan hati sebagai syarat utama untuk meraih kedekatan diri dengan Allah SWT..

Sub 2 : Hierarki

          Ibn Khaldûn, membagi ilmu menjadi dua jenis. Pertama, ilmu - ilmu hikmah dan filsafat ( 'ulûm al-ikmiyah al-falsafiyyah) yang diperoleh dengan akal manusia, dan ilmu yang diajarkan dan ditransformasikan ('ulum al- naqliyah al- wadhi’iyah)yang bersumber kepada syariat Islam (Alquran dan hadis).

Dalam pembagian ilmu menurut al-Ghazâlȋ (w.1111)
berdasarkan cara perolehan ilmu, di sebutkan bahwa ilmu terdiri atas dua yaitu: ilmu yang di hadirkan ('ilm al-udûhrȋ / presential) dan ilmu yang di capai ('ilm al-ushûlȋ /attained), Sedangkan tasawuf di kategorikan sebagai ('ilm al-udhûrû). Ibn al- Qayyimah al- Jauziyiah membagi ilmu menjadi tiga derajat: 'ilm jalȋyun (didasari oleh observasi, eksperimen, dan silogisme) 'ilm khafȋyun ( ilmu makrifat) dan 'ilm ladunȋyun (di dasari ilham dari Allah), Dan tasawuf dikategorikan kepada  ';ilm khafȋyun dan 'ilm ladunȋyun.
Sub 3 : Tujuan Tasawuf

Tujuan Tasawuf

1.      Untuk mendekatkan diri kepada Allah.

2.      Memenuhi kewajiban bahwa Al-Qur’an menegaskan manusia diciptakan dengan suatu tujuan.

3.      Bertauhid dan bermakrifat kepada Allah.


          Tujuan tasauf tidak terlepas dari tujuan hidup manusia sebagaimana dijlaskan dalam ajaran Islam. Alquran menegaskan bahwa manusia diciptakan dengan suatu tujuan tertentu seperti syahâdah, ibadah, khalȋfah, dan asanah.Para sufi dan filsuf tidak menampik teori dasar tersebut, dan karya-karya mereka menjadi wujud nyata dari interpretasi terhadap teori dasar tersebut. Mereka mengembangkan tujuan hidup manusia menjadi tujuan dari sebuah perjalanan spritual.

Para sufi telah merumuskan bahwa tujuan dari taswauf. Sekedar pemetaan, Ibn Khaldûn menjelaskan bahwa puncak perjalanan spritual para penempuh jalan tasawuf setelah melewati beragam tingkat spritual (al-maqâmât) adalah kemampuan tauhid dan makrifat. Karya- karya para sufi menguatkan pernyataan tersebut. Junaid al-baghdadi mengatakan bahwa makrifat merupakan awal dari kebutuhan hamba dari hikmah. Pernyataan sufi-sufi tersebut mendukung penegasan bahwa tujuan dari bertasawuf  adalah bermakrifat kepada Allah.

Dari sumber ajaran Islam, Alquran dan hadis, memberikan sinyal yang kuat bahwa manusia berpotensi untuk mendekatkan diri pada Allah Swt, bertauhid dan bermakrifat kepada-Nya. Dalam Q.S Al-Baqarah/2:186, Allah SWT berfirman:



وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamui tentang Aku, maka (Jawablah), bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Dalam Q.S. Qâf/50: 16, Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.

 

Dalam hal ini dijelaskan bahwa tasawuf merupakan disiplin ilmu yang berkaitan dengan memurnikan jiwa dan hati manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memiliki tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta Bertauhid dan bermakrifat kepada Allah.

 
Kesimpulan:

Dari bahasan diatas, saya simpulkan bahwa tasawuf adalh ilmu yang mempelajari bagaimana seorang manusia untuk menjadi seorang sufi, menjadi seseorang yang dekat kepada Allah dengan selalu menjalankan perintahnya. Mengharapkan ridho Allah, selalu merasa diawasi Allah, dan merasa bahwa Allah melihat kita beribadah dan dimanapun. Dan dengan tujuan menjadi pribadi yang suci dan memiliki akhlak mulia.

Dalam hal ini,tujuan tasawuf adalah mendekatkan diri sedekat mungkin dengan tuhan sehingga ia dapat melihat-Nya dengan mata hati bahkan rohnya dapat bersatu dengan roh Tuhan, Untuk mencapai kehidupan batini dan rohani (pertalian langsung dengan allah),mengetahui bahwa tujuan tasawuf lebih menekankan aspek rohaninya ketimbang aspek jasmaninya, sebagai sebuah misi kemanusiaan yang menggenapi misi islam secara holistic.mulai dari dimensi iman,islam,hingga ihsan.

 

 

Buku 2

Judul :             1. Tasawuf studies

    (Penghantar Belajar Tasawuf)

2. Titik Persimpangan Tasawuf dan Kebatinan

Pengarang :     1. Syamsudin Ni’am

                        2. Abdul Karim as Salawy

Penebit :          1. AR-RUZZ MEDIA

    (Cetakan Pertama,2014)

2. CV.BAHAGIA

Sub 1 :Definisi

Sub 2 :Hierarki

Sub 3:Tujuan


Definisi Tasawuf

            Menurut Syamsudin Ni’am dari segi linguistic (kebahasaan) ini segera dipahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana.Adapun pengertian tasawuf dari segi istilah dalam mendefenisikan tasawuf,yaitu sudut pandang manusia sebagai makhlukyang harus berjuang dan ber-Tuhan(Syamsudin Ni’am: 2014, 13)

            Definisi tasawuf pada intinya adalah upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan dunia,sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan Allah SWT.

Asal tasawuf diantaranya ialah:

1.      Berasal dari kata shoff  yang artinya barisan, sebab para shufi suka memilih shoff awal apabila sholat berjama’ah

2.      Ada juga yang mengatakan dari kata shifah sebab orang-orang shufi senang membicarakan sifat-sifat Tuhan atau karena mereka berusaha merealisir sifat-sifat baik pada dirinya

3.      Atau dari kata shofaa yang artinya bersih, karena mereka selalu berusaha membersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela dan menghiasi diri dengan sifat-sifat yang terpuji


Adapun secara Istilah ada beberapa pendapat tentang tasawuf :

·      Melakukan akhlak yang baik sebagaimana yang dilakukan oleh sunnah rosul serta menjauhi akhlak yang buruk.

·      Mengikuti kehendak hawa nafsu sesuai dengan aturan Allah

·      Merasa dalam diri tidak memiliki apapun, merasa tidak dimilki siapa pun kecuali hanya dimiliki Allah

Tujuan Tasawuf

Orang-orang mutasowifin di dalam bertaqorrub kepada Allah lewat tasawuf adalah karena ingin mencapai tujuan yang selalu diharap-harapkan. Adapun tujuan mereka ialah:

1.     Ma’rifat billah

Ma’rifat billah adalah melihat tuhan dengan hati mereka secara jelas dan nyata dengan segala kenikmatan dan kebesaran-Nya, tapi tidak dengan kaifiyat artinya tuhan digambarkan seperti benda atau manusia atau pun yang lain dengan ketentuan bentuk dan rupa.

2.      Insan kamil

Insan kamil ialah manusia yang sempurna karena adanya realisasi wahdah asasi dengan tuhan yang mengakibatkan adanya sifat-sifat dan keutamaan tuhan padanya.


                                                   DAFTAR PUSTAKA

Ja'far, Gerbang Tasawuf Dimensi Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi, Perdana Publishing, Medan, 2016

 Syamsudin Ni’am ,Abdul Karim as Salawy,Tasawuf studies(Penghantar Belajar Tasawuf), Titik Persimpangan Tasawuf dan Kebatinan, AR-RUZZ MEDIA
(Cetakan Pertama,2014),CV.BAHAGIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar