RESUME ( Defenisi Hierarki dan Tujuan )
IDENTITAS
Nama : Aulia Farihanum
Nim : 0705163068
Prodi /Sem : Fisika/II
Perguruan Tinggi : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Dosen Pengampu : Dr. Ja'far, MA.
Mata Kuliah : Akhlak Tasawuf
Buku 1
Judul : Gerbang tasawuf (Dimensi
Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi)
Pengarang : Dr. Ja’far, MA
Penebit : Perdana Publishing (Cetakan
Pertama,September 2016)
Sub 1 : Definisi
Sub 2 : Hierarki
Sub 3 :Tujuan
Sub 1 : Definisi Tasawuf
Definisi
Tasawuf
Sebelum membahas
tentang definisi dari tasawuf, perlu kita ketahui istilah-istilah tasawuf
terlebih dahulu. Menurut Ja’far dalam kitab kasyf al-mahjub,al-hujwiri telah
menjelaskan asal-usul kata tasawuf.
1.
Istilah tasawuf berasal dari kata al-shuf (الصوف) ,yaitu wol.Disebut sufi karena kaum sufi mengenakan jubah yang
terbuat dari bulu domba.
2.
Istilah tasawuf berasal dari
kata al-shaf (الصف)
,yaitu barisan pertama,yag bermakna bahwa kaum sufi berada pada barisan pertama
didepan tuhan.
3.
Istilah tasawuf berasal dari kata ahl al-shuffah karena para sufi
mengaku sebagai golongan ahl al-shuffah yang diridhoi Allah SWT.
4.
Istilah tasawuf berasal dari kata al-shafa’ (الصفاء) yang
artinya kesucian(ja’far: 2016, 18).
Tasawuf merupakan disiplin ilmu yang
berkaitan dengan memurnikan jiwa dan hati manusia dalam rangka mendekatkan diri
kepada Allah SWT.
Dalam kitab Kasyf al-Maẖjûb, al-Hujwiri telah menjelaskan asal usul kata tasawuf. Pertama, istilah tasawuf berasal dari kata al-shûf, yaitu wol. Disebut sufi karena kaum sufi mengenakan jubah yang terbuat dari bulu domba. Kedua, istilah tasawuf berasal dari kata al-shaf,
yaitu barisan pertama, yang bermakna bahwa kaum sufi berada pada
barisan pertama di depan Tuhan, karena besarnya keinginan mereka
terhadap Tuhan, karena besarnya keinginan mereka terhadap Tuhan,
kecenderungan hati mereka terhadap-Nya dan tingginya bagian - bagian
rahasia dalam diri mereka di hadapan-Nya dan tinggalnya bagian - bagian
rahasia dalam diri meraka di hadapan-Nya. Ketiga, istilah tasawuf berasal dari kata ahl al-shuffah karena para sufi mengaku sebagai golongan ahl al shuffah yang diridai Allah.
Pembahasan tasawuf akan sangat berkaitan dengan upaya menumbuhkan akhlak
mulia, sikap konsisten untuk mengendalikan diri dari jeratan nafsu
kebinatangan dan kehidupan duniawi, dan jalan terbaik untuk mendekatkan
diri kepada Allah SWT. Dari aspek epistemologi, tasawuf berupaya untuk
memurnikan jiwa dan hati sebagai syarat utama untuk meraih kedekatan
diri dengan Allah SWT..
Sub 2 : Hierarki
Ibn Khaldûn, membagi ilmu menjadi dua jenis. Pertama, ilmu - ilmu hikmah dan filsafat ( 'ulûm al-ẖikmiyah al-falsafiyyah) yang diperoleh dengan akal manusia, dan ilmu yang diajarkan dan ditransformasikan ('ulum al- naqliyah al- wadhi’iyah)yang bersumber kepada syariat Islam (Alquran dan hadis).
Dalam pembagian ilmu menurut al-Ghazâlȋ (w.1111)
berdasarkan cara perolehan ilmu, di sebutkan bahwa ilmu terdiri atas dua yaitu: ilmu yang di hadirkan ('ilm al-ẖudûhrȋ / presential) dan ilmu yang di capai ('ilm al-ẖushûlȋ /attained), Sedangkan tasawuf di kategorikan sebagai ('ilm al-ẖudhûrû). Ibn al- Qayyimah al- Jauziyiah membagi ilmu menjadi tiga derajat: 'ilm jalȋyun (didasari oleh observasi, eksperimen, dan silogisme) 'ilm khafȋyun ( ilmu makrifat) dan 'ilm ladunȋyun (di dasari ilham dari Allah), Dan tasawuf dikategorikan kepada ';ilm khafȋyun dan 'ilm ladunȋyun.
Sub 3 : Tujuan Tasawuf
Tujuan Tasawuf
1. Untuk mendekatkan diri kepada Allah.
2. Memenuhi kewajiban bahwa Al-Qur’an
menegaskan manusia diciptakan dengan suatu tujuan.
3. Bertauhid dan
bermakrifat kepada Allah.
Tujuan tasauf tidak terlepas dari tujuan hidup manusia sebagaimana
dijlaskan dalam ajaran Islam. Alquran menegaskan bahwa manusia
diciptakan dengan suatu tujuan tertentu seperti syahâdah, ibadah, khalȋfah, dan ẖasanah.Para
sufi dan filsuf tidak menampik teori dasar tersebut, dan karya-karya
mereka menjadi wujud nyata dari interpretasi terhadap teori dasar
tersebut. Mereka mengembangkan tujuan hidup manusia menjadi tujuan dari
sebuah perjalanan spritual.
Para sufi telah merumuskan bahwa tujuan dari taswauf. Sekedar pemetaan, Ibn Khaldûn menjelaskan bahwa puncak perjalanan spritual para penempuh jalan tasawuf setelah melewati beragam tingkat spritual (al-maqâmât)
adalah kemampuan tauhid dan makrifat. Karya- karya para sufi menguatkan
pernyataan tersebut. Junaid al-baghdadi mengatakan bahwa makrifat
merupakan awal dari kebutuhan hamba dari hikmah. Pernyataan sufi-sufi
tersebut mendukung penegasan bahwa tujuan dari bertasawuf adalah
bermakrifat kepada Allah.
Dari sumber ajaran Islam, Alquran dan hadis, memberikan sinyal yang kuat
bahwa manusia berpotensi untuk mendekatkan diri pada Allah Swt,
bertauhid dan bermakrifat kepada-Nya. Dalam Q.S Al-Baqarah/2:186, Allah
SWT berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ
أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي
وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamui tentang Aku, maka
(Jawablah), bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang
berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Dalam Q.S. Qâf/50: 16, Allah SWT berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa
yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada
urat lehernya.
Dalam hal ini dijelaskan bahwa tasawuf merupakan disiplin ilmu yang berkaitan dengan memurnikan jiwa dan
hati manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memiliki tujuan
untuk mendekatkan diri kepada Allah
serta Bertauhid dan bermakrifat kepada Allah.
Kesimpulan:
Dari bahasan diatas, saya simpulkan bahwa tasawuf
adalh ilmu yang mempelajari bagaimana seorang manusia untuk menjadi seorang
sufi, menjadi seseorang yang dekat kepada Allah dengan selalu menjalankan
perintahnya. Mengharapkan ridho Allah, selalu merasa diawasi Allah, dan merasa
bahwa Allah melihat kita beribadah dan dimanapun. Dan dengan tujuan menjadi
pribadi yang suci dan memiliki akhlak mulia.
Dalam hal ini,tujuan
tasawuf adalah mendekatkan diri sedekat mungkin dengan tuhan sehingga ia dapat
melihat-Nya dengan mata hati bahkan rohnya dapat bersatu dengan roh Tuhan, Untuk
mencapai kehidupan batini dan rohani (pertalian langsung dengan
allah),mengetahui bahwa tujuan tasawuf lebih menekankan aspek rohaninya
ketimbang aspek jasmaninya, sebagai sebuah misi kemanusiaan yang menggenapi
misi islam secara holistic.mulai dari dimensi iman,islam,hingga ihsan.
Buku 2
Judul : 1. Tasawuf studies
(Penghantar Belajar Tasawuf)
2. Titik Persimpangan Tasawuf dan Kebatinan
Pengarang : 1. Syamsudin
Ni’am
2. Abdul Karim as Salawy
Penebit : 1. AR-RUZZ MEDIA
(Cetakan Pertama,2014)
2. CV.BAHAGIA
Sub 1 :Definisi
Sub 2 :Hierarki
Sub 3:Tujuan
Definisi Tasawuf
Menurut Syamsudin Ni’am dari segi
linguistic (kebahasaan) ini segera dipahami bahwa tasawuf adalah sikap mental
yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela
berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana.Adapun pengertian
tasawuf dari segi istilah dalam mendefenisikan tasawuf,yaitu sudut pandang
manusia sebagai makhlukyang harus berjuang dan ber-Tuhan(Syamsudin Ni’am: 2014,
13)
Definisi tasawuf pada intinya adalah
upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari
pengaruh kehidupan dunia,sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan
Allah SWT.
Asal tasawuf diantaranya ialah:
1. Berasal dari kata
shoff yang artinya barisan, sebab para shufi suka memilih shoff awal
apabila sholat berjama’ah
2. Ada juga yang
mengatakan dari kata shifah sebab orang-orang shufi senang membicarakan
sifat-sifat Tuhan atau karena mereka berusaha merealisir sifat-sifat baik pada
dirinya
3. Atau dari kata shofaa
yang artinya bersih, karena mereka selalu berusaha membersihkan diri dari
sifat-sifat yang tercela dan menghiasi diri dengan sifat-sifat yang terpuji
Adapun secara Istilah ada beberapa pendapat tentang
tasawuf :
·
Melakukan akhlak yang baik sebagaimana yang dilakukan oleh sunnah rosul
serta menjauhi akhlak yang buruk.
· Mengikuti kehendak hawa
nafsu sesuai dengan aturan Allah
· Merasa dalam diri tidak
memiliki apapun, merasa tidak dimilki siapa pun kecuali hanya dimiliki Allah
Tujuan Tasawuf
Orang-orang mutasowifin di dalam bertaqorrub kepada
Allah lewat tasawuf adalah karena ingin mencapai tujuan yang selalu
diharap-harapkan. Adapun tujuan mereka ialah:
1.
Ma’rifat billah
Ma’rifat billah adalah
melihat tuhan dengan hati mereka secara jelas dan nyata dengan segala kenikmatan
dan kebesaran-Nya, tapi tidak dengan kaifiyat artinya tuhan digambarkan seperti
benda atau manusia atau pun yang lain dengan ketentuan bentuk dan rupa.
2.
Insan kamil
Insan kamil ialah
manusia yang sempurna karena adanya realisasi wahdah asasi dengan tuhan yang
mengakibatkan adanya sifat-sifat dan keutamaan tuhan padanya.
DAFTAR PUSTAKA
Ja'far, Gerbang Tasawuf Dimensi Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi, Perdana Publishing, Medan, 2016
Syamsudin
Ni’am ,Abdul Karim as Salawy,Tasawuf studies(Penghantar Belajar Tasawuf), Titik Persimpangan Tasawuf dan Kebatinan, AR-RUZZ MEDIA
(Cetakan Pertama,2014),CV.BAHAGIA